Dunia ini fana. Manusia hidup di dunia sekejap saja. Toh, kehidupan dunia yang hanya sementara ini nyatanya telah menjebak banyak manusia untuk tenggelam mencari kesenangan yang seolah tidak ada habisnya. Kehidupan akhirat yang kekal abadi pun kemudian terlupakan.
Ya, keinginan manusia akan kesenangan hidup ini seolah tidak ada batasnya. Setelah terpenuhi satu keinginan, akan muncul keinginan yang lain, begitu seterusnya.
Hingga segala cara akan ditempuh demi menggapai keinginan akan kesenangan atas segala hal yang bersifat duniawi, tidak peduli lagi baik buruk, halal haram, dan dosa serta nearka. Yang penting dapat hidup senang bergelimang harta dan memiliki kedudukan.
Seandainya manusia mengetahui betapa kehidupan akhirat itulah sebenar-benar kehidupan, kehidupan yang tidak ada lagi kematian, tentu mereka akan mengambil apa-apa yang ada dalam kehidupan dunia ini sedikit saja dan seperlunya. Sayangnya, kesadaran akan hal ini faktanya tidak dimiliki semua orang. Hingga mereka menjadi sedemikian rakus. Ibaratnya, seluruh isi dunia ini pun masih kurang untuk memuaskan keserakahannya.
Kekayaan Hati Untuk Meraih Tujuan
Senin, 04 November 2019
Selasa, 09 Juli 2019
"Kenapa aku tidak bahagia?" Ini alasannya
"Kenapa aku tidak bahagia?" Ini alasannya
BAHAGIA tampaknya telah menjadi "binatang buruan" dari semua manusia di Bumi. Demi mendapatkan kekayaan dan tahta, manusia rela melakukan apa saja dengan dalih mencapai "kebahagiaan." Meskipun, pada kenyataannya, jumlah uang berapa pun tidak bisa membeli kebahagiaan. Karena kebahagiaan sejati ada di hati yang taat kepada Allah SWT.
Kekayaan yang melimpah dan jabatan tinggi bukan jaminan bagi seseorang untuk hidup bahagia. Bisa jadi karena dua hal ini, seseorang bahkan menjadi tidak bahagia.
Setidaknya ada enam hal yang tidak disukai seseorang. Apa itu :
Pertama, seseorang tidak akan pernah bahagia karena ada terlalu banyak keinginan ... Dengan kata lain, dia tidak memiliki tujuan dalam hidupnya. Kebanyakan orang lebih mementingkan gaya hidup daripada kebutuhan hidup.
Betapa banyak perintah al Quran yang melarang seseorang mengikuti hawa nafsunya. Allah SWT berfirman yang artinya, “Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Qur’an) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu. (Qs. Al-Mu’minun (23): 71).
Selasa, 04 Agustus 2009
Menentukan Tujuan Hidup
Assalamu ' alaikum warrohmatullahi
wabbarrakatuh...
Hari ini dan hari yang lalu lalu kita
akan selalu di sibukan dengan urusan dunia, pada sebagian orang ada yang memang
di lebihkan ada pula yang di kurangkan, masing masing sama di hadapan Tuhan.
Dunia yang baik adalah dunia yang bisa membawa kita kepada Tuhan itulah pesan
yang di sampaikan melalui Al Qur'an dan Rasullulloh SAW..Dan dunia yang di
laknati adalah dunia yang menjauhkan kita dari Tuhan.
Beruntunglah orang2 yang di beri
kelebihan dunia dia bisa "bersabar", dan beruntunglah orang2 yang di
beri kekurangkan dia bisa "bersyukur".
Biasanya kalau orang di beri kelebihan
dunia harus bisa bersyukur, kalau sedang kekurangan harus bersabar .Ilmu ini
adalah ilmu kebalik, tapi ini bisa benar...
Orang ketika di beri kelebihan dia
cenderung untuk memiliki banyak keinginan...ingin ini "beli..ingin itu
"beli....kalau orang kekurangan dia cuma bisa
"sabar..."sabar".."sabar"....
Orang yang kaya yang bersabar dengan
kekayaannya untuk tidak menuruti keinginan nafsu, dan orang miskin yang
bisa bersyukur dengan tidak mengeluh itulah yang di maksud dengan
"kekayaan hati ".
Langganan:
Postingan (Atom)